• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Djenna de Jong Batalkan Agregasi Bersama Timnas Putri Indonesia: Proses Seleksi yang Diduga 'Tidak Profesional' Undang Tanggapan Tajam dari Exco PSSI

img

Updatesports.biz.id Mudah-mudahan semangatmu tak pernah padam. Di Titik Ini saya ingin berbagi pandangan tentang Olahraga, Sepak Bola, Timnas Putri, PSSI, Isu Proses Seleksi yang menarik. Konten Yang Mendalami Olahraga, Sepak Bola, Timnas Putri, PSSI, Isu Proses Seleksi Djenna de Jong Batalkan Agregasi Bersama Timnas Putri Indonesia Proses Seleksi yang Diduga Tidak Profesional Undang Tanggapan Tajam dari Exco PSSI Pelajari detailnya dengan membaca hingga akhir.

Respons Vivin Cahyani terhadap Djenna de Jong dalam Kasus Seleksi Pemain Timnas Indonesia Putri

Di tengah perdebatan yang mengemuka, Exco PSSI, Vivin Cahyani, memberikan tanggapan terhadap pernyataan mantan pemain, Djenna de Jong, mengenai perlakuan yang ia terima selama proses seleksi Timnas Indonesia Putri. Djenna mengklaim bahwa dirinya tidak diperlakukan secara adil dan profesional, yang menjadi sorotan dalam opini publik.

Kejadian tersebut berlangsung pada konferensi pers yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 21 September 2024. Dalam acara itu, Vivin menjelaskan pokok permasalahan yang memicu kecaman dari Djenna tersebut, menekankan pentingnya profesionalisme dalam dunia olahraga.

Pernyataan Djenna de Jong

Djenna de Jong secara terbuka mengevaluasi situasi yang dialaminya dan menyatakan kekesalannya atas ketidakadilan yang ia rasakan dalam proses seleksi tersebut. Dalam salah satu unggahannya di media sosial, ia menegaskan bahwa perlakuan yang diterimanya tidak mencerminkan sikap profesional dari tim kepelatihan. Ketidakpuasan ini membuatnya merasa tidak dihargai sebagai pemain.

Tanggapan Vivin Cahyani

Vivin Cahyani, dalam penjelasannya, menegaskan bahwa keputusan mengenai pemain di tangan pelatih Satoru Mochizuki, yang akrab disapa Coach Mochi. Ia menambahkan bahwa semua keputusan terkait pemain diambil berdasarkan evaluasi yang mendalam dan bukan berdasarkan emosi semata. “Keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada satu individu, tetapi pada keselarasan seluruh anggota tim dan staf pelatih, ujarnya.

Lebih lanjut, Vivin menanggapi pandangan Djenna dengan pernyataan bahwa ada hal-hal selama proses seleksi yang menurutnya sangat tidak profesional. Ia menjelaskan bahwa tim pelatih berupaya untuk menilai performa setiap pemain dengan standar yang tinggi dan objektif.

Kepastian Mundurnya Djenna De Jong

Pada 23 April 2025, Djenna akhirnya mengambil langkah untuk mundur dari Timnas Indonesia Putri. Keputusan tersebut diumumkannya melalui akun Instagram pribadi. Djenna menulis, Semua ini membuat saya memutuskan untuk tidak lagi bermain untuk Indonesia. Namun, saya tidak akan membahasnya lebih lanjut saat ini.” Ini menunjukkan bahwa situasi ini telah mencapai titik di mana mantan pemain tersebut merasa tidak ada lagi jalan lain yang bisa diambil.

Keputusan Djenna untuk mundur menimbulkan berbagai reaksi dari penggemar dan netizen. Banyak yang mendukung keputusannya, sementara lainnya menyoroti perlunya perbaikan dalam sistem seleksi dan komunikasi antara pemain dan staf pelatih. Kasus ini menjadi sorotan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air dan menciptakan diskusi tentang bagaimana meningkatkan profesionalisme di level timnas.

Pentingnya Komunikasi dalam Timnas

Situasi ini menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dalam tim olahraga, terutama pada level profesional. Transparansi dalam proses seleksi dan umpan balik yang konstruktif dapat membantu meningkatkan rasa kepercayaan dan keharmonisan antara pemain dan pelatih. Semua pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini untuk menciptakan atmosfer yang positif dan produktif dalam pengembangan pemain di masa depan.

Semoga ke depannya, kasus serupa tidak terulang dan sepak bola Indonesia semakin berjaya dengan dukungan dan profesionalisme yang lebih baik dari semua pihak yang terlibat. Dengan langkah yang tepat, diharapkan timnas dapat mencapai prestasi yang lebih gemilang di tingkat internasional.

Sekian ulasan komprehensif mengenai djenna de jong batalkan agregasi bersama timnas putri indonesia proses seleksi yang diduga tidak profesional undang tanggapan tajam dari exco pssi yang saya berikan melalui olahraga, sepak bola, timnas putri, pssi, isu proses seleksi Jangan segan untuk mencari referensi tambahan selalu bersyukur dan perhatikan kesehatanmu. Jika kamu suka Terima kasih sudah membaca

Please continue reading the full article below.
© Copyright 2024 - Sports News
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads