• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Memori Emas Muhammad Zein Alhadad: Mengenang Kemenangan Bersejarah Melawan Arsenal

img

Updatesports.biz.id Assalamualaikum semoga hari ini menyenangkan. Pada Hari Ini saya ingin berbagi tentang Olahraga, Sepak Bola, Sejarah Olahraga, Tokoh Olahraga, Kemenangan Bersejarah yang bermanfaat. Penjelasan Mendalam Tentang Olahraga, Sepak Bola, Sejarah Olahraga, Tokoh Olahraga, Kemenangan Bersejarah Memori Emas Muhammad Zein Alhadad Mengenang Kemenangan Bersejarah Melawan Arsenal Ikuti penjelasan detailnya sampai bagian akhir.

Kenangan Seorang Legenda: Muhammad Zein Alhadad dan Perjalanan Kariernya

Bola.com, Jakarta - Muhammad Zein Alhadad, seorang legenda hidup dari Niac Mitra yang juga pernah menjabat sebagai pelatih Persija Jakarta, berbagi cerita menarik tentang pengalaman yang ia raih selama berkarir sebagai pesepak bola profesional. Dalam sebuah kesempatan wawancara, Zein, yang akrab disapa Mamak, menceritakan berbagai momen berkesan yang dimilikinya sepanjang perjalanan kariernya.

Momen-Momen Tak Terlupakan

Dalam perbincangan yang diadakan di channel YouTube Bicara Bola yang di-host oleh Akmal Marhali, Mamak mengungkapkan beberapa momen istimewa dalam karier sepak bolanya. Salah satu kenangan yang membawa kebahagiaan adalah saat ia berhasil mencetak gol dalam pertandingan melawan tim rival. “Alhamdulillah, kami menang 3-1 dan saya cetak satu gol,” ungkapnya dengan senyuman.

Salah satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatannya adalah saat Niac Mitra berhadapan dengan klub terkenal asal Inggris, Arsenal, pada 16 Juni 1983. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, berlangsung sengit. “Niac Mitra yang saat itu berstatus juara bertahan Galatama, berhasil menumbangkan Arsenal dengan skor 2-0 berkat gol dari Fandi Ahmad dan Joko Malis,” lanjutnya.

Pertandingan di Bawah Terik Matahari

Pertandingan tersebut tidak hanya berkesan dari segi hasil, tetapi juga dari segi pengalamannya. “Walaupun saya tidak bermain lama, saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Pat Jennings dan para bintang Arsenal,” kenangnya. Momen bersejarah itu diakhiri dengan penyampaian rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan.

Pengalaman di Pentas Internasional

Mamak juga mengenang pengalamannya di berbagai turnamen bergengsi, seperti Piala Raja Bangkok, Pra-Piala Asia, dan Pra-Piala Dunia. “Ketika tim nasional bertanding di Kualifikasi Piala Asia, Pra-Piala Asia, atau Piala Kemerdekaan, itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” tuturnya.

Berlanjut ke Dunia Kepelatihan

Setelah Niac Mitra dibubarkan, Mamak memutuskan untuk gantung sepatu dari dunia bermain sepak bola. Namun, ia tidak menyingkirkan passion-nya untuk berkontribusi di dunia sepak bola. “Berkat pengalaman saya sebagai pemain, saya dipercaya untuk menjadi asisten pelatih di Assyabaab, klub asal Surabaya, pada tahun 1991-1993,” paparnya.

Di masa tersebut, Assyabaab dikenal sebagai satu-satunya tim yang tidak menggunakan pemain asing. Meskipun dalam situasi tersebut, Mamak berhasil membawa timnya masuk ke empat besar. “Alhamdulillah, kami bisa maju ke semifinal dan meraih posisi ketiga. Sementara tim lain, seperti Bandung Raya dan Petrokimia, menggunakan pemain asing,” ucapnya bangga.

Sampai saat ini, Mamak mengaku tidak pernah menganggap dirinya pensiun dari dunia kepelatihan. “Saya tidak pernah merasa pensiun karena saya merasa belum sepenuhnya berkontribusi untuk tim nasional,” tutupnya dengan semangat yang terlihat jelas di wajahnya, mencerminkan dedikasi dan cinta yang mendalam kepada olahraga sepak bola.

Dengan segala pengalaman dan kenangan tersebut, Muhammad Zein Alhadad telah menorehkan namanya dalam sejarah sepak bola Indonesia sebagai salah satu sosok yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menciptakan generasi penerus yang mencintai olahraga ini.

Itulah pembahasan mengenai memori emas muhammad zein alhadad mengenang kemenangan bersejarah melawan arsenal yang sudah saya paparkan dalam olahraga, sepak bola, sejarah olahraga, tokoh olahraga, kemenangan bersejarah Jangan segan untuk mengeksplorasi topik ini lebih dalam kembangkan jaringan positif dan utamakan kesehatan komunitas. Sebarkan manfaat ini kepada orang-orang terdekat. Sampai bertemu lagi

Please continue reading the full article below.
© Copyright 2024 - Sports News
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads