• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

PBSI Merayakan Semangat Juang Atlet Meski Tanpa Gelar di All England 2025!

img

Updatesports.biz.id Halo bagaimana kabar kalian semua? Di Situs Ini saya ingin menjelaskan lebih dalam tentang Olahraga, Badminton, Atlet, Acara, Komunitas, Semangat Juang. Konten Yang Membahas Olahraga, Badminton, Atlet, Acara, Komunitas, Semangat Juang PBSI Merayakan Semangat Juang Atlet Meski Tanpa Gelar di All England 2025 Mari kita bahas tuntas hingga bagian penutup tulisan.

Penting untuk terus memberikan apresiasi serta melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang ada dalam tim pelatih kita. Hal ini diungkapkan oleh Eng Hian dalam pernyataannya pada Senin, 17 Maret 2025. Pada kompetisi All England 2025, ganda putra Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai final. Namun, harapan tersebut harus berakhir setelah mereka dikalahkan oleh pasangan Kim Wom Ho dan Seo Seung Jae.

Menyikapi hasil tersebut, Eng Hian selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi di PBSI menyatakan bahwa perkembangan yang ditunjukkan oleh para pemain tidak mengecewakan. Ia menegaskan, Kita patut memberikan apresiasi untuk semua hasil yang dicapai dan kerja keras mereka, lawan juga tidak mudah mengalahkan mereka.

Event Swiss Open 2025 akan dilangsungkan di St Jakobshalle, Basel, Swiss pada 18 hingga 23 Maret, dengan total hadiah mencapai 250 ribu USD. Meskipun Indonesia tidak meraih gelar di All England, PBSI tetap menghargai usaha atlet-atletnya.

Indonesia kini harus puas dengan status runner-up di All England. Fokus tim selanjutnya beralih ke Swiss Open, di mana Eng Hian berharap para atlet dapat mencapai hasil yang lebih baik, mengingat level kompetisi di Swiss Open relatif lebih rendah dibandingkan dengan All England.

Terakhir kali Indonesia mencetak prestasi di Swiss Open adalah pada tahun 2024 melalui ganda putri Lanny Tria Mayasari dan Ribka Sugiarto. Dengan melihat persaingan yang ada dan beberapa pemain top yang turut serta, ini menjadi tantangan bagi para atlet kita untuk menunjukkan kemampuan mereka dan tentunya untuk prestasi pribadi, tutup Eng Hian.

Begitulah pbsi merayakan semangat juang atlet meski tanpa gelar di all england 2025 yang telah saya jelaskan secara lengkap dalam olahraga, badminton, atlet, acara, komunitas, semangat juang, Terima kasih telah membaca hingga akhir selalu bersyukur atas kesempatan dan rawat kesehatan emosional. Mari sebar kebaikan ini kepada semua. Sampai bertemu lagi

Please continue reading the full article below.
© Copyright 2024 - Sports News
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads