Pebulutangkis Indonesia Tantang Takdir di Swiss Open 2025: Akankah Gelar Eropa Akhirnya Menjadi Milik Kita?
Updatesports.biz.id Assalamualaikum semoga harimu penuh berkah. Di Blog Ini aku ingin berbagi pengetahuan mengenai Olahraga, Badminton, Turnamen, Pebulu Tangkis, Eropa, Swiss Open, Prestasi yang menarik. Artikel Yang Fokus Pada Olahraga, Badminton, Turnamen, Pebulu Tangkis, Eropa, Swiss Open, Prestasi Pebulutangkis Indonesia Tantang Takdir di Swiss Open 2025 Akankah Gelar Eropa Akhirnya Menjadi Milik Kita simak terus penjelasannya hingga tuntas.
Table of Contents
Gelar juara bertahan yang dipegang oleh pasangan Rachel Allessya Rose dan Meilysa Trias Puspitasari tidak mampu dipertahankan di Orleans, setelah mereka mengalami kekalahan dari pasangan Go Pei Kee dan Teoh Mei Xing dengan skor 18-21, 15-21 pada babak 16 besar. Di arena pertandingan di Jerman dan Orleans, pasangan Merah-Putih yang berhasil mencapai final hanyalah Rehan dan Gloria, yang bernaung di klub PB Djarum, namun harus puas berada di posisi runner-up. Hingga saat ini, pebulutangkis Indonesia belum berhasil meraih satu pun gelar juara selama tur Eropa tahun ini.
Menurut kalender BWF, para pebulutangkis Indonesia mengikuti empat turnamen yang berlangsung di Eropa dari tanggal 25 Februari hingga 23 Maret. Pemain yang diturunkan pun sangat beragam, terutama pada turnamen di Jerman dan Orleans yang lebih banyak mengedepankan pemain muda, termasuk Alwi Farhan dan pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang bukan bagian dari Pelatnas. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat kompetisi Super 1000 yang hanya diikuti oleh 32 atlet terbaik dunia.
Terkait dengan All England 2025, Indonesia punya harapan tinggi untuk mempertahankan gelar di kategori tunggal putra dan ganda putra. Namun, impian tersebut sirna ketika para wakil Indonesia mengalami kekalahan secara bertahap, termasuk Jonatan Christie serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang merupakan juara bertahan. Pasangan Fajar dan Rian terhenti di babak yang sama setelah kalah dari Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju dari Korea Selatan dengan skor 18-21, 27-25, 21-23.
Di sisi lain, Indonesia memiliki peluang di ganda putra melalui Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, yang berhasil mencapai final All England 2025. Di turnamen level 300 ini, Indonesia tidak banyak menurunkan wakil, dengan Leo dan Bagas sebagai salah satu pasangan unggulan keempat dalam turnamen yang menawarkan hadiah total sebesar 250 ribu dolar AS. Selain Leo dan Bagas, terdapat pula pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Saat ini, baik Leo-Bagas maupun Sabar-Reza sedang dalam performa yang baik setelah tampil di All England pekan lalu, di mana Sabar-Reza berhasil mencapai semifinal sebagai debutan. Kesempatan untuk meraih gelar di Swiss Open ini cukup besar, terutama setelah sejumlah pesaing dari All England tidak turut serta, termasuk dua pasangan Korea yang sebelumnya mengalahkan wakil Indonesia.
Di kategori ganda putri, Indonesia menurunkan dua pasangan yaitu Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Apriyani juga tampil bersama Dejan Ferdinansyah di sektor ganda campuran. Kolaborasi Dejan dan Fadia baru saja ditampilkan dalam Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu Campuran yang berlangsung pada bulan Februari. Dalam Swiss Open 2025, diharapkan para wakil Indonesia dapat meraih keberhasilan dan menghentikan penantian gelar selama tur Eropa kali ini.
Sekian ulasan komprehensif mengenai pebulutangkis indonesia tantang takdir di swiss open 2025 akankah gelar eropa akhirnya menjadi milik kita yang saya berikan melalui olahraga, badminton, turnamen, pebulu tangkis, eropa, swiss open, prestasi Mudah-mudahan tulisan ini membuka cakrawala berpikir Anda tetap optimis menghadapi perubahan dan jaga kebugaran otot. Ayo sebar kebaikan dengan membagikan ini kepada orang lain. semoga artikel berikutnya bermanfaat untuk Anda. Terima kasih.