• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pertarungan Epik di Tanah Air: China Hadapi Timnas Indonesia, Akankah Naga Terperangkap dalam Kemewahan CSL?

img

Updatesports.biz.id Bismillah semoga semua urusan lancar. Di Titik Ini saya akan mengupas Sepak Bola, Olahraga Internasional, Kompetisi Timnas, Liga Super China, Budaya Olahraga yang banyak dicari orang-orang. Ulasan Artikel Seputar Sepak Bola, Olahraga Internasional, Kompetisi Timnas, Liga Super China, Budaya Olahraga Pertarungan Epik di Tanah Air China Hadapi Timnas Indonesia Akankah Naga Terperangkap dalam Kemewahan CSL Dapatkan gambaran lengkap dengan membaca sampai habis.

Transformasi Liga Super China: Dari Korupsi Menuju Profesionalisme

Proses pembangunan Liga Super China (CSL) merupakan langkah besar yang melibatkan serangkaian reformasi struktural dalam liga, meningkatkan profesionalisme, memanfaatkan investasi dari sektor swasta, serta mendapatkan dukungan yang kuat dari pemerintah. Khususnya, perhatian diberikan kepada pengembangan sepak bola sejak usia dini sebagai bagian dari strategi besar. Infrastruktur stadion pun mengalami perbaikan signifikan, salah satunya adalah pembangunan Guangzhou Evergrande Football Stadium, yang telah menjadi simbol penting dalam upaya China untuk mengembangkan olahraga sepak bola.

Pergeseran Pengeluaran dan Regulasi Liga

Di tahun-tahun berikutnya, terlihat penurunan drastis dalam skala pengeluaran klub-klub CSL. Asosiasi Sepak Bola China (CFA) berperan sebagai badan pengatur utama yang mengawasi aturan pertandingan serta regulasi, sementara Asosiasi Liga Profesional (PFL) lebih fokus pada aspek komersial dan operasional liga. Pengeluaran yang cukup tinggi ini berlanjut hingga tahun berikutnya, bahkan pada jendela transfer musim dingin 2016/17, total pengeluaran klub-klub Liga Super China melampaui pengeluaran klub-klub Liga Inggris.

Namun, pada tahun 2018, pemerintah China memberlakukan pajak baru untuk membatasi pengeluaran klub-klub untuk mendatangkan pemain asing. Langkah ini diambil untuk mencegah pengeluaran berlebihan yang dapat merugikan kestabilan finansial liga. Contoh nyata adalah gelandang Shanghai SIPG, Oscar, yang terlibat dalam pertandingan Liga Super China melawan Guangzhou R&F pada tanggal 18 Juni, di mana ia terjatuh saat dikerumuni oleh pemain lawan naasnya.

Dukungan Pemerintah dan Investasi Swasta

Ekspansi awal CSL didukung dengan upaya besar dari pemerintah dan CFA untuk memprofesionalkan sepak bola domestik yang sebelumnya terjerat masalah korupsi dan pengaturan skor. Pemerintah China, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, menginisiasi langkah-langkah strategis untuk membangkitkan sepak bola nasional sejak tahun 2013. Investasi besar dari konglomerat dan perusahaan besar seperti Evergrande Group dan Suning Group menjadi pendorong utama dalam perkembangan liga.

Klub-kub CSL juga ternyata aktif berkompetisi di Liga Champions, yang tentunya memperkuat posisi sepak bola China di tingkat Asia dan meningkatkan profil internasional liga. Namun, meskipun pengeluaran besar dilakukan, cita-cita awal Xi Jinping untuk menjadikan sepak bola sebagai salah satu kebanggaan nasional tak sepenuhnya terwujud. Pada satu pertandingan, CSL dijadwalkan berakhir dengan skor 1-1, menunjukkan betapa kompetitifnya liga ini, walau masih terdapat kritik terhadap kualitas kompetisi.

Akhirnya Membutuhkan Perubahan yang Lebih Besar

Seiring berjalannya waktu, liga ini berkembang menjadi 16 tim yang berkompetisi secara reguler, dengan total 31 klub yang pernah ambil bagian sejak liga ini didirikan. Klub-klub CSL mulai mendatangkan pemain dan pelatih bertaraf dunia, meningkatkan kualitas kompetisi dan menarik perhatian masyarakat luas terhadap liga. Pada tahun 2016, klub-klub liga ini menghabiskan lebih dari 900 juta pounds untuk mendatangkan bintang-bintang sepak bola seperti Jackson Martinez, Marouane Fellaini, dan Paulinho, yang meninggalkan karier yang menggiurkan di Eropa demi kontrak besar di negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Namun, meski begitu, salah satu bintang liga, Tevez, menekankan bahwa Liga Super China tidaklah kompetitif dan tidak menunjukkan perkembangan nyata bagi pemain lokal. Ini mengindikasikan bahwa meskipun banyak bintang internasional yang didatangkan, masalah fundamental dalam perkembangan sepak bola lokal China belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, langkah-langkah lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan dan visi untuk sepak bola China dapat terwujud dalam waktu dekat.

Itulah informasi seputar pertarungan epik di tanah air china hadapi timnas indonesia akankah naga terperangkap dalam kemewahan csl yang dapat saya bagikan dalam sepak bola, olahraga internasional, kompetisi timnas, liga super china, budaya olahraga Terima kasih telah membaca hingga bagian akhir selalu berpikir positif dan jaga kondisi tubuh. Sebarkan kebaikan dengan membagikan ke orang lain. cek artikel menarik lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Please continue reading the full article below.
© Copyright 2024 - Sports News
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads