Saga Gaji: Mantan Bintang PSIS Ungkap Tunggakan yang Mengundang Sanksi FIFA!
Updatesports.biz.id Mudah-mudahan selalu ada senyuman di wajahmu. Hari Ini aku ingin membagikan pengetahuan seputar Olahraga, Sepak Bola, Keuangan, Berita Olahraga, Liga Sepak Bola. Pandangan Seputar Olahraga, Sepak Bola, Keuangan, Berita Olahraga, Liga Sepak Bola Saga Gaji Mantan Bintang PSIS Ungkap Tunggakan yang Mengundang Sanksi FIFA Simak artikel ini sampai habis
Persoalan Vitinho dengan PSIS Semarang: Suara dari Mantan Pemain
Pemain asal Brasil, Victor Guilherme dos Santos Carvalho, atau yang dikenal dengan Vitinho, baru-baru ini mengungkapkan masalah yang dihadapinya dengan manajemen PSIS Semarang melalui akun Instagramnya @vitinhov14. Dalam pernyataannya, Vitinho menjelaskan bahwa klub telah memutuskan untuk menghentikan semua pembayaran yang seharusnya diterima olehnya. Ini menjadi isu serius yang mencederai hubungan antara pemain dan klub.
Vitinho, yang lahir di Rio de Janeiro, menggarisbawahi bahwa selain masalah pembayaran gaji, ia juga harus menanggung sendiri biaya medis yang timbul akibat cedera yang dialaminya. Ia menegaskan bahwa semua biaya termasuk transportasi dan akomodasi harus ditanggung pribadi sejak pihak klub tidak memberikan dukungan dalam hal ini.
Permintaan Pelarangan Transfer
Sebelumnya, Vitinho mengaku bahwa ia telah mengajukan permintaan pelarangan pendaftaran pemain (transfer ban) kepada Komite Disiplin FIFA. Permintaan tersebut diterima dan sanksi telah diberlakukan oleh FIFA serta PSSI. Vitinho sangat menyayangkan situasi ini, mengingat PSIS Semarang adalah klub yang ia bela pada musim sebelumnya. Ia merasa terpaksa mengungkapkan masalah ini ke publik karena merasa hak-haknya sebagai atlet tidak dipenuhi oleh manajemen klub.
Ketidakpuasan Terhadap Pengelolaan Klub
Dalam pernyataannya, Vitinho mengatakan, Saya ingin menyampaikan secara terbuka situasi tidak menyenangkan yang saya alami dengan PSIS Semarang. Ia menekankan bahwa setelah mengalami cedera, klub tidak hanya gagal membayar gaji hangus selama tiga bulan, tetapi juga mengabaikan kewajiban untuk membayar bonus kinerja sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
Namun, ketika masalah ini muncul, Vitinho berharap agar semua pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan perhatian yang seharusnya terhadap hak-haknya sebagai pemain. “Sekarang, saya menyerukan kepada otoritas yang berwenang untuk memastikan bahwa hak-hak saya sebagai atlet dan pekerja ditegakkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya tegas.
Komitmen PSIS Semarang dan Tindak Lanjut
Dari pernyataan yang dikeluarkan, PSIS Semarang sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk menyelesaikan semua tunggakan berdasarkan keputusan FIFA, dengan tenggat waktu paling lambat tanggal 11 April 2025. Vitinho menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang selalu bersikap profesional, berdedikasi, dan menghormati klub-klub yang dibelanya.
Selama periode pemulihan cedera, Vitinho menjelaskan bahwa ia tidak mendapatkan dukungan dari klub, baik dalam bentuk bantuan medis maupun finansial. Kemandirian Vitinho dalam menanggung biaya pengobatan terpaksa ia jalani, mencakup biaya transportasi antara Jakarta dan Semarang serta akomodasi selama proses penyembuhan. “Karena tidak ada tindakan dari pihak klub, saya terpaksa menanggung sendiri sebagian besar biaya operasi,” ungkapnya.
Solidaritas dan Transparansi
Bagi Vitinho, langkah untuk mengungkapkan permasalahan ini kepada publik bukanlah hal yang mudah. Ia menyadari bahwa transparansi adalah penting dalam dunia sepak bola agar keadilan dapat ditegakkan. Saya tidak merasa senang harus menyampaikan hal ini secara publik. Namun, saya percaya bahwa keterbukaan diperlukan demi transparansi, tutur Vitinho.
Meski Vitinho terus memperjuangkan haknya, hingga saat ini, manajemen PSIS Semarang belum memberikan respon terhadap apa yang diungkapkan olehnya. Upaya klarifikasi pihak manajemen pun masih perlu dilakukan untuk memastikan pendapat kedua belah pihak.
Pemain yang kini berstatus tanpa klub ini berharap masalah yang ia hadapi bisa segera diselesaikan, dan memberikan contoh bagi klub-klub lain untuk lebih bertanggung jawab terhadap pemain mereka. Kasus ini menjadi pelajaran bahwa hak seorang atlet harus terus diperjuangkan dan dijunjung tinggi, demi tercapainya keadilan di dunia olahraga.
Terima kasih atas perhatian Anda terhadap saga gaji mantan bintang psis ungkap tunggakan yang mengundang sanksi fifa dalam olahraga, sepak bola, keuangan, berita olahraga, liga sepak bola ini hingga selesai Silakan jelajahi sumber lain untuk memperdalam pemahaman Anda tetap optimis menghadapi perubahan dan jaga kebugaran otot. Bagikan kepada teman-teman yang membutuhkan. jangan lupa cek artikel lainnya yang menarik. Terima kasih.