Tarif Baja Jadi Senjata, Inilah Fakta Menarik Perang Dagang Jilid II Era Trump!
Updatesports.biz.id Bismillah semoga hari ini penuh kebaikan. Dalam Blog Ini mari kita eksplorasi potensi Ekonomi, Perang Dagang, Politik, Industri Baja, Era Trump yang menarik. Catatan Penting Tentang Ekonomi, Perang Dagang, Politik, Industri Baja, Era Trump Tarif Baja Jadi Senjata Inilah Fakta Menarik Perang Dagang Jilid II Era Trump, lanjut sampai selesai.
Perdana Menteri Kanada yang terpilih, Mark Carney, menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi langsung dengan Presiden Donald Trump terkait perjanjian perdagangan baru. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menghindari potensi konflik ekonomi yang lebih besar di masa depan. Sementara itu, Beijing membantah tuduhan mengenai keterlibatan mereka dalam rantai pasokan fentanil, menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Washington dan bahwa penerapan tarif tidak akan menyelesaikan masalah terkait narkoba.
Trump, yang berupaya melindungi industri baja Amerika Serikat yang tengah menghadapi persaingan ketat dari Asia, menciptakan kontroversi perdagangan dengan berbagai mitra dagang utama. Dalam perkembangan terbaru, tiga hari setelahnya, Trump memberikan penundaan satu bulan tambahan untuk produk yang termasuk dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA), sebuah perjanjian yang telah ditandatangani dan menjadi undang-undang pada tahun 2020.
Pada tanggal 1 Februari, Trump mengumumkan penerapan tarif sebesar 25% untuk barang-barang asal Kanada dan Meksiko, dan tarif 10% untuk minyak dari Kanada. Negara Tiongkok, yang mencatat defisit perdagangan terbesar dengan AS, mencapai lebih dari US$ 295 miliar pada tahun lalu, juga terlibat dalam ketegangan ini. Trump sebelumnya juga mengancam untuk meningkatkan tarif menjadi 50% untuk Kanada setelah provinsi Ontario memberlakukan pajak tambahan pada ekspor listrik menuju Amerika.
Namun, pada 4 Maret, tarif tersebut mulai berlaku dan berpengaruh pada berbagai barang impor dari Meksiko dan Kanada, termasuk produk seperti alpukat dan kayu. Sebagai respons, Beijing mengenakan tarif antara 10% hingga 15% terhadap berbagai barang pertanian dari AS. Uni Eropa juga mengambil langkah cepat dalam membalas dengan menargetkan produk-produk asal AS senilai US$ 28 miliar.
Kanada melanjutkan pelaksanaan tarif tambahan, yang akan berlaku untuk impor senilai $29,8 miliar dari AS, mencakup produk baja, aluminium, hingga barang elektronik. Menanggapi hal ini, Kanada menunda penerapan tarif pada produk senilai 125 miliar dolar Kanada hingga tanggal 2 April, menargetkan banyak komoditas pangan penting seperti jagung dan daging.
Kedua belah pihak juga memberlakukan bea masuk untuk sumber daya energi, termasuk gas alam dan minyak, dengan ketentuan bahwa tindakan tersebut dapat berlanjut. Trump membenarkan langkah-langkah tarif ini sebagai respons terhadap isu imigrasi ilegal dan masuknya obat-obatan terlarang ke AS. Sementara itu, harga tarif untuk produk dari 27 negara Uni Eropa sebesar 25% diprediksi akan muncul, menyusul pernyataan Trump yang mengklaim bahwa Benua Biru telah mengambil keuntungan dari AS.
Seiring mendekatnya 2 April, menjadi momen penting bagi strategi perdagangan Trump, ketika ia mengusulkan untuk menerapkan tarif timbal balik, yang akan disesuaikan berdasarkan tarif yang dikenakan pada produk AS oleh mitra dagang. Selain itu, tarif untuk kategori seperti mobil, semikonduktor, dan farmasi mungkin berlaku lebih awal pada tanggal tersebut dengan tarif sekitar 25%.
Sekian uraian detail mengenai tarif baja jadi senjata inilah fakta menarik perang dagang jilid ii era trump yang saya paparkan melalui ekonomi, perang dagang, politik, industri baja, era trump Terima kasih telah menjadi pembaca yang setia kembangkan potensi diri dan jaga kesehatan mental. Jangan lupa untuk membagikan kepada sahabatmu. Sampai bertemu di artikel menarik lainnya. Terima kasih banyak.