• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Usia Jadi Pattokan: Diskriminasi Pencari Kerja Picu Krisis Ekonomi di China!

img

Updatesports.biz.id Dengan izin Allah semoga kita selalu diberkati. Pada Waktu Ini saya ingin membedah Ekonomi, Discriminator Pekerjaan, Krisis Ekonomi, China, Usia dalam Pekerjaan yang banyak dicari publik. Informasi Lengkap Tentang Ekonomi, Discriminator Pekerjaan, Krisis Ekonomi, China, Usia dalam Pekerjaan Usia Jadi Pattokan Diskriminasi Pencari Kerja Picu Krisis Ekonomi di China baca sampai selesai.

Jakarta, CNBC Indonesia - Problematika diskriminasi usia dalam proses perekrutan tenaga kerja di Tiongkok kembali menjadi fokus perhatian publik. Baru-baru ini, sejumlah legislator mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas guna mengatasi ketidakadilan ini. Menurut laporan dari South China Morning Post pada tanggal 13 Maret 2025, anggota Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) menunjukkan kekhawatiran terhadap adanya batasan usia dalam perekrutan di berbagai sektor, termasuk institusi pendidikan dan lembaga pemerintah.

Diskriminasi terhadap usia dalam dunia kerja di Tiongkok berakar dari kebijakan lama yang membatasi usia pegawai negeri sipil. Selain itu, berbagai praktik diskriminatif lainnya turut memperburuk situasi pencari kerja, seperti bias terhadap perempuan yang telah menikah namun belum memiliki anak, serta perlakuan tidak adil terhadap lulusan universitas yang tidak berasal dari institusi elit.

Menyedihkan, praktik diskriminasi usia ini sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang berupaya untuk menunda usia pensiun. Ketidakadilan ini semakin dirasakan oleh pekerja berusia di atas 35 tahun, yang semakin tertekan dalam pasar kerja yang semakin kompetitif. Hal ini membentuk pola perekrutan di sektor swasta, di mana perusahaan lebih memilih mempekerjakan kaum muda, yang bersedia untuk menerima imbalan lebih rendah.

Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian di pasar kerja bagi individu di tahap karir menengah, serta meningkatkan risiko stagnasi ekonomi bagi kelompok usia tersebut. Diperkirakan, 12,22 juta lulusan universitas baru akan memasuki dunia kerja tahun ini, menjadikan persaingan semakin ketat. Kebijakan yang ada membuat generasi muda terpaksa menjalani pendidikan tanpa henti, tanpa memberi mereka kemungkinan untuk menyesuaikan atau menunda perjalanan karir.

Deputi NPC, Zheng Gongcheng, menyoroti bahwa batasan usia 35 tahun dalam perekrutan lulusan PhD merupakan pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan dalam ketenagakerjaan. Fenomena diskriminasi ini semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir, menambah kecemasan di kalangan pencari kerja yang berusia lebih tua. Meskipun tahun lalu, legislatif Tiongkok telah menyetujui rencana untuk secara bertahap menaikkan usia pensiun hingga lima tahun pada tahun 2040, namun jika para pencari kerja berusia di atas 35 tahun terus menghadapi hambatan dalam mencari pekerjaan, maka tujuan untuk menunda pensiun akan menjadi sulit tercapai.

Begitulah usia jadi pattokan diskriminasi pencari kerja picu krisis ekonomi di china yang telah saya bahas secara lengkap dalam ekonomi, discriminator pekerjaan, krisis ekonomi, china, usia dalam pekerjaan Terima kasih telah menjadi pembaca yang setia selalu bersyukur atas pencapaian dan jaga kesehatan paru-paru. Mari kita sebar kebaikan dengan berbagi ini. Terima kasih sudah membaca

Please continue reading the full article below.
© Copyright 2024 - Sports News
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads